Cara Menjadi Air Traffic Controller dan Biaya Sekolahnya – Profesi Air Traffic Controller (ATC) atau pemandu lalu lintas udara memegang peran krusial dalam keselamatan penerbangan. Oleh karena itu, banyak pelajar tertarik menekuni karier ini karena tanggung jawabnya besar sekaligus prospeknya menjanjikan. Namun sebelum memutuskan, calon ATC perlu memahami jalur pendidikan, tahapan seleksi, serta biaya sekolah yang harus disiapkan.
Apa Itu Air Traffic Controller dan Tugas Utamanya
Air Traffic Controller bertugas mengatur pergerakan pesawat di darat maupun di udara agar penerbangan berjalan aman dan efisien. Selain itu, ATC juga memberi instruksi kepada pilot terkait lepas landas, pendaratan, hingga perubahan jalur penerbangan. Karena perannya vital, profesi ini menuntut konsentrasi tinggi, kemampuan komunikasi yang baik, serta penguasaan bahasa Inggris.
Di Indonesia, ATC bekerja di bawah koordinasi AirNav Indonesia sebagai penyelenggara layanan navigasi penerbangan. Oleh sebab itu, lulusan ATC memiliki jalur karier yang relatif jelas setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan resmi.
Baca Juga: Pendaftaran TKA SD dan SMP Resmi Dibuka 19 Januari 2026
Syarat Menjadi Air Traffic Controller
Sebelum mendaftar sekolah ATC, calon peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan. Pertama, lulusan SMA atau SMK dengan jurusan IPA lebih diutamakan. Kedua, usia biasanya dibatasi maksimal 23 tahun saat pendaftaran. Selain itu, calon ATC harus memiliki tinggi badan proporsional serta penglihatan dan pendengaran yang baik.
Lebih lanjut, peserta wajib lolos tes kesehatan ketat, tes psikologi, dan tes kemampuan akademik. Karena profesi ini berisiko tinggi, lembaga pendidikan sangat selektif dalam menjaring calon siswa. Dengan demikian, persiapan sejak dini menjadi langkah penting.
Jalur Pendidikan dan Sekolah ATC di Indonesia
Di Indonesia, pendidikan ATC berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan. Beberapa sekolah kedinasan yang membuka program ATC antara lain Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Politeknik Penerbangan Makassar, dan Politeknik Penerbangan Surabaya.
Program pendidikan ATC biasanya berlangsung selama 2 hingga 3 tahun. Selama masa studi, taruna akan mempelajari navigasi udara, prosedur lalu lintas penerbangan, meteorologi, hingga simulasi pengendalian pesawat. Selain teori, praktik intensif menjadi fokus utama agar lulusan siap bekerja di lapangan.
Berapa Biaya Sekolah Air Traffic Controller
Biaya sekolah ATC di Indonesia relatif terjangkau karena termasuk pendidikan kedinasan. Pada umumnya, biaya pendidikan berkisar antara Rp10 juta hingga Rp20 juta per tahun. Bahkan, pada jalur tertentu, pemerintah memberikan subsidi sehingga taruna hanya menanggung biaya perlengkapan dan kebutuhan pribadi.
Namun demikian, calon siswa tetap perlu menyiapkan dana tambahan untuk tes kesehatan, seragam, asrama, serta perlengkapan belajar. Oleh karena itu, perencanaan finansial tetap diperlukan sejak awal.
Prospek Kerja dan Gaji Air Traffic Controller
Setelah lulus, ATC berpeluang langsung bekerja di bandara-bandara seluruh Indonesia. Selain itu, kebutuhan tenaga ATC terus meningkat seiring pertumbuhan industri penerbangan. Dari sisi penghasilan, gaji ATC pemula berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp15 juta per bulan, tergantung lokasi dan jam terbang bandara.
Seiring pengalaman dan sertifikasi tambahan, pendapatan ATC dapat meningkat signifikan. Dengan demikian, profesi ini tidak hanya bergengsi, tetapi juga menjanjikan stabilitas karier jangka panjang.
Kesimpulan
Menjadi Air Traffic Controller membutuhkan komitmen, disiplin, dan kesiapan mental yang kuat. Namun sebagai imbalannya, profesi ini menawarkan jalur karier jelas, penghasilan kompetitif, serta peran penting dalam keselamatan penerbangan. Oleh sebab itu, jika Anda tertarik pada dunia aviasi dan mampu bekerja di bawah tekanan, sekolah ATC bisa menjadi pilihan masa depan yang tepat.
